2/07/2010

Indonesia Java International Destination | Objek Wisata

Indonesia merupakan negara kepulauan memiliki banyak keindahan alam yang mempesona serta beragam budaya menjadi ciri khas. Pesona alam dan budaya itu menjadi icon pariwisata negeri ini siap untuk menjadi tujuan Internasional. Khususnya di daerah Jawa Indonesia banyak memiliki pesona alam dan budaya, keindahan terlihat mulai dari pegunungan, pantai serta berbagai peninggalan bersejarah. Indonesia Java International Destination sebab kita bisa dan kaya akan hal itu.

Bagi anda yang suka berwisata dapat menjadikan Pulau Jawa Indonesia menjadi tujuan wisata. Indonesia Java memiliki beragam pesona alam pantai, pegunungan, air terjun, museum, candi dan kraton serta berbagai pusat kerajinan tangan seperti batik. Mungkin jika anda petualang tidak akan melewatkan semua objek wisata jika berkesempatan untuk menginjakkan kaki di Pulau Jawa Indonesia. Sudah jelas anda akan merasakan sejumlah pengalaman wisata. Pesona alam dapat kita teropong dari berbagai lokasi sehingga pemandangannya pun menjadi lebih beragam dan pengalaman berbeda menjadi referensi anda. Maka tidak salah jika objek wisata Jawa Indonesia dijadikan Tujuan Internasional.

12/07/2009

Stop Ilegal Fishing Untuk Kesejahteraan Masyarakat

stop, ilegal fishing, kesejahteraan masyarakat, sumberdaya ikan, WPP-RI, destruktif, over fishing, pukat harimau, kelautan, perikanan, ditpolair, UU, HNSI, POKWAMAS Stop ilegal fishing atau stop penangkapan ikan secara ilegal merupakan upaya yang dilakukan untuk menyelamatkan kelestarian dan keberadaan sumberdaya ikan di Indonesia. Kerugian negara akibat penangkapan ikan secara ilegal (ilegal fishing) yang dilakukan oleh kapal-kapal asing di Wilayah Pengelolaan Perikanan Republik Indonesia (WPP-RI) disinyalir meningkat setiap tahun, seiring dengan banyaknya kasus pelanggaran eksploitasi di sektor perikanan. Dari data yang diperoleh, saat ini negara kehilangan 6 juta ton sumberdaya ikan dengan kerugian sekitar 30 Trilyun Rupiah akibat pencurian hasil laut.

11/26/2009

Idul Adha, Menuju Suatu Titik Terbaik

Bahagia Terasa Fitrah Kembali Melekat

Idul Adha, Menuju Suatu Titik Terbaik... Idul Adha ini kita jadikan proses menuju suatu titik mendekati kesempurnaan, menghilangkan dan mengubur dalam-dalam sifat hewan dalam diri, dan membuka ruang-ruang menuju terciptanya sifat-sifat malaikat dalam hidup.

The Small Family Green Blue Phinisi, mengucapkan Selamat Merayakan Idul Adha bagi Sobat-Sobat yang Merayakannya

Silahkan mengisi kolom di bawah untuk saling mengirim ucapan kepada Sobat-Sobat Green Blue Phinisi yang lain

10/30/2009

SALINITAS OPTIMUM UNTUK KELANGSUNGAN HIDUP DAN PERTUMBUHAN UDANG VANNAMEI

ABSTRAK

Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui salinitas optimum terhadap kelangsungan hidup dan pertumbuhan larva udang vannamei (Litopenaeus vannamei). Hewan uji yang digunakan adalah larva udang vannamei fase nauplius. Wadah yang digunakan adalah akuarium kaca berukuran panjang, lebar dan tinggi masing-masing 50 x 35 x 35 cm sebanyak 12 buah, yang diisi air laut 40 L dan masing-masing dilengkapi dengan peralatan aerasi.

Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan setiap perlakuan memiliki tiga ulangan. Perlakuan yang dicobakan adalah pengaruh salinitas media, yaitu 28 ppt, 30 ppt, 32 ppt dan 34 ppt. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis ragam. Oleh karena hasilnya memperlihatkan pengaruh yang sangat nyata maka dilanjutkan dengan uji Tukey. Untuk mengetahui keeratan hubungan sebagai respon perlakuan digunakan teknik regresi korelasi, sedangkan salinitas optimum diprediksi dengan menurunkan persamaan regresi.

Hasil analisis ragam memperlihatkan bahwa salinitas berpengaruh sangat nyata (p < 0,01) terhadap Tingkat Kelangsungan Hidup (TKH) dan Laju Pertumbuhan Bobot Spesifik Harian (LPBSH) larva udang vannamei(L. vannamei). TKH larva udang vannamei tertinggi dihasilkan pada salinitas 30 dan 32 ppt yakni 38,67% dan terendah pada salinitas 28 ppt yakni 2,33%. LPBSH larva udang vannamei tertinggi dihasilkan pada salinitas 32 ppt yakni 27,14% dan terendah pada 28, 30 dan 34 ppt yaitu 25,34; 25,57 dan 25,34%.
Hubungan antara salinitas dan TKH larva udang vannamei berpola kuadratik menghasilkan persamaan regresi Y = - 4044,6 + 262,96x - 4,2292x2 (r2 = 0,97). Sedangkan hubungan antara salinitas dan LPBSH berpola kubik dengan persamaan regresi Y = 2801,2 - 274,2x + 8,9996x2 - 0,0981x3 (r2 = 0,96). Berdasarkan persamaan tersebut dapat diprediksi bahwa salinitas optimum untuk menghasilkan TKH dan LPBSH maksimal masing-masing berada pada salinitas 31,08 dan 31,02 ppt.

10/08/2009

TERAPI AIR (HYDRO THERAPY)


Terapi dengan menggunakan air atau yang disebut dengan hidroterapi pasti sudah pernah anda dengar. Pada kesempatan ini penulis akan sedikit mengulang agar anda semakin tahu tentang hidroterapi dan manfaatnya untuk kesehatan tubuh kita.

Hidroterapi berasal dari bahasa Yunani (hydro = air, therapiea = pengobatan). Jadi, hidroterapi merupakan pengobatan ilmiah yang menggunakan air. Simon Barunch (1840-1921) dalam Effendy (1987) memiliki teori yang disebut Hukum Barunch, yang mengemukakan bahwa air memiliki daya penenang jika suhu air sama dengan suhu kulit, sedangkan bila suhu air lebih tinggi atau rendah dengan suhu tubuh maka akan memberikan efek stimulasi (merangsang).

Effendy (1987) mengemukakan bahwa terapi air memiliki 7 (tujuh) efek pengobatan terhadap tubuh, yaitu sebagai berikut :

1. Berendam air hangat dan mandi pancuran air hangat dalam waktu singkat berkhasiat menghilangkan rasa lelah dan menghilangkan ketegangan.
2. Berendam atau menyeka tubuh dengan air dingin berefek mendinginkan dan merangsang tubuh atau bagian tubuh, khususnya jika diikuti pijatan tubuh atau perkusi. Air yang dingin akan mengkerutkan pembuluh kapiler.
3. Menyeka dengan air dingin dan air hangat secara bergantian akan merangsang sistem kardiovaskuler.
4. Berendam dalam air atau mandi di pancuran air hangat akan berkhasiat melemaskan semua otot tubuh.
5. Mandi air hangat akan melemaskan jaringan dan berefek pada kapiler-kapiler di kulit, hal ini terjadi karena banyak darah dari jaringan yang akan ditarik menuju kulit. Selain itu, dapat pula menghilangkan rasa nyeri.
6. Mandi dan menyeka dengan air dingin dan air hangat akan menjinakkan syaraf kulit dan syaraf organ-organ intern, yaitu organ yang berkoresponden secara syarafi dengan kulit yang dihangati.

Seorang muslim yang akan melaksanakan ibadah shalat harus bersih dari hadats (hadats besar dan kecil), sehingga ia harus mensucikan dirinya dengan berwudhu jika hadats kecil dan mandi jika hadats besar (junub). Uts. Najati (1986) mengemukakan bahwa wudhu ada 2 (dua) macam, yaitu wudhu lahir dan wudhu batin. Selanjutnya dikatakan bahwa wudhu bukan hanya sekedar membersihkan tubuh dari kotoran, tetapi wudhu juga membersihkan jiwa dari kotoran. Effendy (1987) menambahkan bahwa ternyata wudhu memiliki efek penyegaran (refreshing), membersihkan badan dan jiwa, serta pemulihan tenaga.

Wudhu juga memiliki efek fisiologis, yang dibuktikan bahwa dibasuhnya tubuh air menggunakan air sebanyak 5 (lima) kali sehari akan membantu dalam mengistirahatkan organ-organ tubuh dan meredakan ketegangan fisik dan psikis. Oleh karena itu Rasulullah SAW menyarankan pengikutnya dengan sabdanya : "Apabila engkau sedang marah, maka berwudhulah".

Terapi air ini juga dilakukan pada pembinaan korban penyalahgunaan narkotika, alkohol, psikotropika, dan zat adiktif lainnya (NAPZA). Hal ini dijelaskan oleh Sundjaja (1983) bahwa seorang remaja yang datang dalam keadaan mabuk, maka perlu disadarkan terlebih dahulu. Penyadaran dilakukan dengan mandi (dimandikan), yaitu mandi seluruh badan yang disebut mandi junub. Penyalahgunaan NAPZA ini telah ditegaskan dalam Al-Quran, bahwa perbuatan ini termasuk perbuatan syetan, sebagaimana firman Allah SWT :

"Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamr, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji, termasuk perbuatan syetan. Maka jauhilah perbuatan itu agar kamu mendapatkan keberuntungan (QS. Al-Maidah/5:90)".

Mandi yang dimaksud untuk pengobatan korban NAPZA bukan seperti waktu mandi yang biasa kita lakukan, melainkan mandi pada tengah malam (waktu dini hari). Seperti yang dikatakan oleh Su'dan (1987) bahwa mandi untuk korban penyalahgunaan NAPZA dilakukan pada waktu dini hari (sekitar jam 02.00). Hal ini akan menyebabkan pembuluh darah kulit akan menyempit. Penyempitan pembuluh darah akan memperlancar darah mengalir ke otak, jantung, paru-paru, hati dan ginjal, sehingga organ-organ tersebut memperoleh darah lebih banyak dari biasanya. Selanjutnya dirincikan bahwa dengan banyaknya aliran darah ke hati, maka kerja hati akan lebih baik, yaitu memusnahkan racun narkotik yang ada dalam tubuh dan segera dibuang oleh ginjal. Sehingga mandi dapat memperlancar proses menghilangkan racun (pengaruh narkotik) dalam tubuh korban, yang biasa disebut detox/detoxifikasi dalam dunia kedokteran.

Atau jika anda orang yang memiliki kemampuan materi, sekarang telah ada pil detox dengan harga di atas Rp. 15.000.000, (lima belas juta rupiah) satu butir.

Menurut Ewalt bahwa pasien yang mengalami delirium alkohol, mengalami keresahan, agitasi, overaktif, kecemasan yang akut dan tremor akibat keracunan obat-obatan memperlihatkan respon baik terhadap hidroterapi. Hal ini didukung Prasetyo (1979), terapi nonmedis yang dilakukan di Thailand, yaitu korban narkotika akan diberikan ramuan-ramuan (semacam jamu). Pada saat kesakitan yang merupakan tanda-tanda ketagihan (sakauw), maka mereka dianjurkan untuk sering mandi dengan air dingin.

Contoh lain yang dikemukakan oleh Pranasakti (1988) bahwa pada abad 19 di Jerman ada seorang penderita TBC, bernama Peter Sebastian Kneipp dan dapat sembuh dikarenakan ia berendam di sungai pada malam hari. Walaupun hal ini belum memiliki bukti empiris.

Jadi, air memang merupakan sumber utama kehidupan.Keberadaannya harus dijaga dengan baik dan dimanfaatkan sesuai dengan kebutuhan. Menurut peneliti air asal jepang, Masaru emoto mengungkapkan bahwa air harus dimanja, karena air dapat menerima informasi/pesan dari manusia.

Saat sekarang pun kita dapat melihat realita disekeliling kita, terbukti banyaknya pusat kebugaran menggunakan efek air, rumah, kantor atau tempat rekreasi/hiburan, taman yang menggunakan efek air untuk mempengaruhi kejiwaan seseorang, seperti air mancur, sungai/danau buatan, air terjun sampai pada wisata air.

Terakhir, semoga artikel ini bermanfaat untuk anda dan orang di sekitar anda.

Daftar Bacaan
1. Effendy, E. Wudlu untuk Efisiensi Kerja. Amanah, No. 29, Agustus 1987.
2. Najati, M.Ust. Al6Quran dan Ilmu Jiwa. Penerbit Pustaka, Bandung, 1986.
3. Pranasakti. Kesehatan secara : Ketuhanan, Rokhaniah, Kejiwaan, Alamiah dan Keghaiban. Yogyakarta, 1988.
4. Prasetyo. Di Thailand Morfinis Dirawat dalam Biara. Intisari, Edisi Mei 1979.
5. Su'dan. Penyembuhan Penderita Kecanduan Narkotika di Ponpes Suryalaya. PP. Suryalaya : Tasikmalaya, 1987.
 
 
Copyright © Green Blue Phinisi
Theme by BloggerThemes